Ketua PKS Riau Mengaku Heran, Hasil Hitung Internal Berbeda dengan KPU
PEKANBARU - Sempat mengklaim meraih suara 21 persen suara untuk DPRD Riau, ternyata Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau hanya mendapat suara sekitar 13 persen pada Pemilu Legislatif 2019 lalu berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara KPU Riau.
Terkait hal tersebut, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau, Hendry Munief mengaku heran.
Kepada CAKAPLAH.COM Hendry Munief mengatakan bahwa jika dilihat dari hasil real count internal PKS hasilnya sama dengan hasil quick count dari sejumlah lembaga survei ternama.
"Lembaga survei tersebut salah satunya ialah kedai kopi, yang mengumumkan kemenangan Anies - Sandi saat Pilkada DKI Jakarta. Saat itu kami kaget, quick count Kedai Kopi dan real count internal kami jaraknya tidak jauh. Makanya kami yakin bahwa angka tersebut tidak meleset. Namun saat ini, kenyataan yang diterima kami memperkirakan ada 7-8 persen yang meleset, artinya ada satu kursi yang menghilang untuk tingkat provinsi. Kemana angka tersebut menghilang?," kata Munief heran, Senin (13/5/2019).
Hendry Munief melanjutkan, pihaknya menurunkan tim khusus yang diturunkan untuk memantau hasil Pemilu, dan pihaknya menemukan beberapa perbedaan antara C1 dengan rekapan di tingkat PPK.
"Jadi kita sampai hari ini memantau terus, dari tim khusus yang dibentuk, kami melihat banyak sekali perbedaan yang terjadi, namun tentu kami menggunakan asas praduga tak bersalah. Laporan -laporan yang kami temukan ini akan kami perkuat dengan bukti yang valid," cakapnya lagi.
Selanjutnya, setelah bukti - bukti valid dikumpulkan, Munief mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses ini di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami tidak mengganggu mekanisme yang ada, karena ingin mengumpulkan bukti untuk maju ke MK. Tetapi kami tetap menghargai semua proses ini, seperti saksi PKS yang tetap membubuhkan tandatangan, dengan catatan keberatan. Catatan keberatan inilah yang bisa diperjuangkan di MK," tukasnya.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, PKS Riau mengklaim bahwa berhasil meraup 21 persen suara dan menempatkan 14 wakil di DPRD Riau. Saat ini, dari rekapitulasi yang sudah berjalan, PKS hanya diprediksi mendapatkan 7 kursi dari keseluruhan dapil untuk DPRD Riau. (*)
Sumber : cakaplah.com


Berita Lainnya
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Sebanyak 389 Remaja Mendaftar Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu